PERTANYAAN
Assalamualaikum WW. Ustadz Farid Nu’man ykc. Apakah perbedaan karamah dengan kesaktian/kemampuan di luar batas manusia yang sesat? Jazakallah khairan. Wassalam
JAWABAN
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Karamah itu:
– Kejadilan luar kebiasaan (khawariqul ‘aadah), pada orang-orang mulia selain para nabi. Jika terjadi pada para nabi maka itu mu’jizat, jika terjadi pada ahli maksiat, fasik, dan org kafir maka itu istidraj.
Al Jurjaani Rahimahullah menjelaskan dalam At Ta’rifaat (Hal. 184):
هي ظُهورُ أمرٍ خارِقٍ للعادةِ من قِبَلِ شَخصٍ، غيرِ مُقارِنٍ لدَعوى النُّبوَّةِ، فما لا يَكونُ مَقرونًا بالإيمانِ والعَمَلِ الصَّالِحِ يَكونُ استِدراجًا، وما يَكونُ مَقرونًا بدَعوى النُّبوَّةِ يَكونُ مُعجِزةً
Karamah adalah tampaknya suatu perkara luar biasa yang menyelisihi kebiasaan, yang muncul dari seseorang, namun tidak disertai dengan pengakuan kenabian.
Sedangkan sesuatu yang tidak disertai dengan iman dan amal saleh, itu merupakan istidraj.
Sedangkan sesuatu yang disertai dengan pengakuan kenabian, maka itu merupakan mukjizat.”
– Itu adalah minhatullah (karunia, pemberian Allah) kepada hambanNya yang shaleh yang dikehendakiNya, yang belum tentu diberikan kepada orang shaleh lainnya.
– Karamah bukan standar kewalian atau Keshalehan. Maka keliru jika seseorang baru dianggap shaleh atau wali jika dia mengalami peristiwa yang ajaib-ajaib terlebih dahulu. Kewalian dan keshalehan itu krn taqwa, iman, dan amal shaleh.
– Karamah bukan sesuatu yang kemunculannya bisa direncanakan oleh pemilik karamah, atau ditransfer ke orang lain, atau dipertontonkan ke khalayak. Sebab, karamah adalah murni pemberian Allah Ta’ala yang bisa jadi pemilik karamah sendiri tidak tahu bahwa dirinya memiliki karamah.
Sedangkan sihir:
– Dia bukan karamah tetapi istidraj
– Terjadi pada orang-orang yang rusak aqidahnya walau secara zahir menampakkan rupa atau atribut seperti orang shaleh atau ulama.
– Sihir bisa dipelajari, dipertontonkan, diatraksikan, dan bisa ditransfer ke orang lain.
– Sihir bukan dari Allah Ta’ala tapi dr syetan agar manusia semakin jauh dari Allah Ta’ala dan lebih mengagungkan syetan.
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan
Related
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.