PERTANYAAN
Ustad, mau tanya mengenai kisah Bilal bin Rabah yg semasa beliau hidup terompahnya sdh terdengar oleh Rasulullah saw di Surga. Ketika ditanya kepada Bilal Bin Rabah langsung oleh para sahabat, amalan apa yg menyebabkan masuk? Beliau menjawab: Saya melakukan shalat sunah 2 rakaat setiap setelah wudhu. Dan hal itu tidak dilakukan oleh Rasulullah saw namun tidak dilarang oleh Rasulullah saw. Yang menjadi pertanyaan ana Ustad: Kira2 kenapa Rasulullah saw tidak melarangnya? atau apa yg dilakukan oleh Bilal bin Rabah itu tidak dilakukan oleh Rasulullah saw (bukan sunah). Namun Rasulullah saw tetap takjub dg amalan beliau. Apakah ini menjadi bid’ah yg dibenarkan krn Rasulullah tidak melarangnya? Allahu A’lam (+62 812-8791-xxx)
JAWABAN
Bismillahirrahmanirrahim..
Apa yang dilakukan oleh Bilal Radhiallahu ‘Anhu, dalam konfigurasi sunnah, itu istilahnya “Sunnah Taqririyah” yaitu perbuatan orang lain yang didiamkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Beliau tidak menyontohkan tetapi juga tidak melarang, justru memujinya. Sehingga ini termasuk sunah nabi yaitu Sunnah Taqririyah. Bukan bid’ah, walau awalnya bukan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Sehingga para ahli hadits mendefinisikan hadits, atsar, dan khabar adalah:
ما أضيف إلى النبي صلى الله عليه وسلم قولا أو فعلا أو تقريرا أو صفة خلقية أو خلقية أو أضيف إلى الصحابي أو التابعي.
(Segala sesuatu) yang disandarkan kepada Nabi ﷺ berupa ucapan, perbuatan, persetujuan (taqrir), sifat fisik (khalqiyyah) atau sifat akhlak (khuluqiyyah), atau yang disandarkan kepada seorang sahabat atau tabi’in.
(Syaikh Nuruddin ‘Itr, Manhajut Naqd Fi ‘Ulumil Hadits, hal. 29)
Contoh lain Sunnah Taqririyah adalah:
– Bacaan Hamdan Katsiran Mubarakan Fiih…, saat i’tidal yang dibaca oleh Rifa’ah bin Rafi’ Radhiallahu ‘Anhu, bukan bacaan dari nabi. Rasulullah menyetujuinya bahkan memujinya.
– Seorang sahabat yang shalat 2 rakaat setelah subuh, selesai shalat Rasulullah bertanya shalat apa, ia menjawab: Aku tidak mau kehilangan dunia dan isinya. Rasulullah mendiamkannya. Para ulama mengatakan ini dalil bolehnya qadha shalat sunah fajar.
– Rasulullah mendiamkan Khalid bin Walid memakan dhobb (kadal gurun).
Jadi, itu bukan bid’ah, bid’ah itu jika hal baru dalam ibadah atau agama yang menyelisihi/bertentangan dengan Sunnah. Jika tidak dilakukan nabi tapi tidak bertentangan dengan sunah, malah sejalan dengan sunah, maka itu bukan bid’ah.
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan
Related
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.